Public Speaking
Resume
1
Di
penghujung tahun 2020 saya mendapat info dari grup menulis yang di pioniri oleh
Bapak Wijaya Kusuma dari PGRI yang biasa disapa Om Jay, bahwa akan dibuka kelas
berbicara lebih kerennya Public Speaking. Melihat kata Public Speaking langsung
saja membuat saya tertarik, lalu saya chat Om Jay dan langsung dibalas dengan
menanyakan motivasi saya ikut gabung. Saya ingin jika berbicara di depan
percaya diri dan apa yang saya sampaikan runtun tersampaikan. Mengingat saya menjadi
ketua di berbagai organisasi baik formal ataupun non formal. Saya percaya grup
belajar berbicara PGRI bisa memberikan itu.
Sesuai
jadwal Selasa dan Kamis malam pukul 19.00 s.d 21.00 WIB setiap minggunya dengan
18 kali pertemuan dimulai tanggal 5 Januari 2021 melalui aplikasi zoom. Hari
itu saya disibukan dengan kegiatan merawat suami dan mengurus semua kebutuhan
anak-anak sendiri karena asisten rumah tanggaku untuk sementara saya rumahkan
dahulu sampai menunggu suami saya pulih kembali agar beliau tidak tertular
mengingat usianya yang tak lagi muda. Saya benar-benar baru buka WhatsApp grup
berbicara setelah pukul 19.05 dan betapa terkejutnya peserta yang diijinkan
gabung adalah yang sudah mengisi kolom komentar di channel YouTube pembicara
saat itu. Harapan saya pupus sudah untuk gabung di grup berbicara mengingat
nama saya tidak tercantum di daftar. Namun, saya berpikir semoga dengan tetap
menonton dan memberikan komentar, saya bisa diijinkan untuk tetap gabung
dipertemuan berikutnya. Seandainya tidak diijinkan gabung, toh saya sudah
mendapatkan ilmu dari narasumber yang pertama. Sedikitnya menambah wawasan saya
tentang Public Speaking.
Menjelang
pertemuan ke-2, saya chat Om Jay dan menanyakan apakah saya masih bisa gabung
dipertemuan ke-2 dan seterusnya. Alhamdulillah Om Jay masih memberikan
kesempatan dan mengijinkan saya gabung terus dan membuat resume pertemuan
pertama. Bagi seseorang yang berprofesi guru, dapat berbicara dengan baik adalah
suatu keharusan, karena seorang guru harus memberi informasi, informasi yang
disampaikan mampu diterima oleh peserta didik dengan baik itu sangat penting
sekali. Seorang guru harus memberikan contoh yang baik bagi peserta didik,
mampu memberikan teladan baik tutur kata ataupun prilakunya. Nah untuk mencapai
itu kita perlu berlatih dan mengasah keterampilan berbicara dan memupuk kepribadian
kita. Menurut para pakar, “Perkataan seseorang adalah cerminan pribadinya.”
Untuk itu mari kita sama-sama belajar dari pakar berikut ini. Bapak Namin AB
Solihin, founder motivatorpendidikan.com, bapak empat @anaktanpagadget dan memiliki channel YouTube dengan materi: parenting,
motivasi, dan pendidikan. Kali ini mengajarkan kita berbagai tips menjadi
pembicara yang handal, khususnya untuk guru.
Public Speaking for Teacher
Namin
AB Ibnu Solihin
Komunikasi
adalah suatu proses penyampaian informasi (pesan, ide, gagasan) dari satu pihak
kepada pihak lain. Secara umum komunikasi dapat dilakukan secara verbal serta
dapat dipahami oleh kedua belah pihak yang berkaitan. Komunikasi antara guru
dan peserta didik dalam proses pembelajaran merupakan salah satu aspek penting
yang menentukan kualitas proses pembelajaran. Tujuan pembelajaran yang hendak
dicapai, strategi pembelajaran yang digunakan, penilaian yang digunakan, semua
tersebut harus mampu dilaksanakan oleh guru dengan membangun komunikasi yang efektif
dengan seluruh warga sekolah. Keberhasilan proses pembelajaran akan sangat
tergantung kepada efektivitas proses komunikasi yang terjalin antara guru dan
peserta didik.
Dalam
kesempatan ini saya akan membahas yang disampaikan oleh narasumber,
diantaranya: Tips belajar public speaking, rahasia public speaking untuk guru,
tips untuk guru mengurangi rasa grogi saat berbicara di depan umum, dan tanda
presentasi tidak menarik lagi.
Seorang guru harus mempunyai kemampuan
berbicara yang baik karena sebagian besar tugas seorang harus mentransfer ilmu
pengetahuan, untuk menjelaskan bidang study yang dibahas dengan memberikan
contoh. Bagi sebagian orang, berbicara di depan umum sebagai momok menakutkan.
Berikut tips memiliki kemampuan berbicara yang baik:
- Aktif
berorganisasi, memberikan kesempatan kita untuk berlatih berbicara. Contoh:
MC, Narasumber, mengumumkan informasi atau lainnya. Semakin sering kita
berbicara di muka umum maka akan semakin terampil.
- Mengambil
kesempatan ketika kita diminta untuk menjadi Moderator, MC, Pembina
upacara, atau apapun itu lama kelamaan kita akan terbiasa.
- Ikut program
pelatihan berbicara, dengan ikut pelatihan menjadi modal kita untuk
mendapatkan trik dan tipsnya.
- Membaca buku
adalah kewajiban yang harus kita lakukan karena akan menambah kosa kata.
- Seringlah berlatih di depan cermin atau kamera sebelum tampil.
Untuk menjadi pembicara sukses kita perlu belajar tips bagaimana kita menyampaikan pesan yang kita sampaikan agar tersampaikan dengan baik dan pendengarpun mudah menerima pesan tersebut. Agar kita semakin percaya diri ketika berbicara yang harus diperhatikan:
- Sikap tenang,
tidak terburu-buru.
- Perhatikan
intonasi suara kita, kapan harus keras, kapan harus lembut.
- Menjiwai
materi tentang apa yang kita sampaikan. Dengan menjiwai materi kita akan
terlihat percaya diri.
- Eye Contact,
ketika kita berbicara harus menatap audien atau peserta yang hadir.
- Gestur tubuh
akan sangat mempengaruhi kualitas bicara kita.
- Kecepatan
kita berbicara harus memperhatikab usia audien atau peserta. Tentunya ketika
kita berbicara dengan anak-anak akan berbeda dengan orang dewasa.
Dunia public speaking untuk guru adalah modal utama seorang guru kreatif dan menyenangkan. Oleh karena itu ada 7 tips cara mengurangi rasa grogi saat berbicara di depan umum, jika kita akan menjadi pembina upacara atau ingin mempresentasikan karya tulis kita:
1.
Latihan di depan kaca atau
kamera di rumah, mulai dari salam, mukadimah, isi sampai penutup.
2.
Datang sebelum acara dimulai,
minimal 30 menit sebelumnya acara di mulai.
3.
Pahami benar materi yg akan
disampaikan, lakukan riset-riset kecil ke google, membaca referensi-referensi.
4.
Catatan ringkas, tulis
poin-poin penting seperti: pembuka, mukadimah, salam penghormatan, isi dan
penutup.
5.
Cek penampilan kita, penampilan
yg rapih dan harum akan mempengaruhi secara psykologis sehingga percaya diri.
6.
Kenali panggung, ruangan dan
audien. Maka kita harus datang sebelum acara di mulai untuk mempelajari
situasi.
7.
Berdoa sebelum memulai.
1.
Murid mulai gaduh, banyak yang
berisik, banyak ngonrol. Lakukan interaksi dengan peserta, ice breaking, game,
dll.
2. Banyak peserta yg menguap.
3. Peserta lebih sibuk dengan gadgetnya dari pada dengan kita.
Buat peraturan selama pelatihan atau pembelajaran agar tidak menggunakan
gadgetnya. Jika tetap terjadi maka lakukanlah improvisasi.
4. Peserta sibuk ngobrol ke kiri ke kanan, lakukanlah improvisasi.
5. Banyak yg ijin ke toilet, biasanya hanya menjadi alasan mereka
untuk menghindari kejenuhan.
6. Peserta tidak focus, buatlah ice breaking yang melatih untuk
focus.
Berikut Link Video:
5
Tips Belajar Public Speaking
https://www.youtube.com/watch?v=8jylj1vPBRw
Rahasia
Public Speaking Untuk Guru
https://www.youtube.com/watch?v=rMFcgGOjKHU
Tips
Untuk Guru Mengurangi Rasa Grogi Saat Berbicara Di Depan Umum
https://www.youtube.com/watch?v=BOSUv7mHcP0
6
Tanda Presentasi Tidak Menarik Lagi
https://www.youtube.com/watch?v=QFAE17S6BwU

Terima kasih sdh mengerjakan tugasnya dengan baik
BalasHapusTerima kasih om sudah diberikan kesempatan.
BalasHapusKesempatan menjadi seorang pembicara atau publik speaking terkadang sangat langka. Tindak ujug-ujug datang. Dan apa yang ditulis oleh Saudari Eni Roaeni adalah jawaban bagaimana kita bisa menjadi seorang pembicara yang handal. Katanya pengalaman.
HapusTerima kasih komentarnya
BalasHapus