Kamis, 21 Januari 2021

Trik Menjadi Guru YouTuber Sukses

Public Speaking

Resume 6

Narasumber malam ini adalah Paman APIQ seorang guru matematika, seorang penulis buku dan YouTuber, serta pendiri bimbel Matematika Apiq Quantum. Pembaca bisa mengunjungi melalui Pamanapiq.com

 



5 Teknik-teknik rahasia mengajar seru:

1.      Entertaining first, educate later.

Menarik perhatian anak2.

2.      Pakailah visualisasi dan animasi.

Gunakan gambar dan gerakan, menggunakan hp lebih mudah menggunakan aplikasi Polaris, kecuali jadi sutradara film baru gunakan computer. YouTube yang paling banyak penontonya adalah:

Cara menghitung perkalian cepat 7 detik viewer 3.6 jt

Jarimatika cepat viewer 2,3 jt.

Kalua mau jadi YouTuber kita sebagai guru fokusnya pada konten.

3.      Durasi video terbaik 3 menit atau paling lama 7 menit. Buat seri jika materinya panjang.

4.      Gunakan contoh nyata dan menarik.

5.      Lakukan interaksi, beri pertanyaan dan komen.

Pelatihan dilanjutkan dengan tanya jawab dari peserta diantaranya adalah dari Nia Kania Dewi mengenai rahasia mendapatkan follower yang banyak.  Ini dia rahasianya:

1.      Anak2 diajak untuk subcribe, katakana subcribe itu gratis dan akan mendapatkan video-video berikutnya.

2.      Tergantung dari konten kita.

Video pendidikan itu ketika seneng akan di subcribe, beda dengan video prank hanya ditonton.

3.      Konsisten membuat video.

4.      Tergantung lucky juga.

Dilanjutkan dengan pertanyaay dari bu Aam Nurhasanah mengenai mengedit video dan foto yang buram. Narasumber menggunakan aplikasi gratis Polaris  dan mobil zen serta pantang menyerah lama-lama gampang. Kalau foto hasilnya buram. Kemungkinan dari sumber foto, bisa dari hpnya atau lainnya. Kalau kita mengambil foto sumbernya dari internet harus mencari resolusinya yang tinggi.

Yang tak kalah penting pertanyaan dari Pak Indra Wahyuddin mengenai konsistasi dan mengatur waktu menjadi YouTuber. Menurut narasumber inilah yang perlu diingat:

1.      Harus tetap memposisikan kita sebagai guru. Investasikan setiap hari untuk buat YouTube ½ jam atau satu jam bisa di pagi hari ketika hening atau sore.

2.      Punya target mengupload setiap minggu 2 atau 3 video.

3.      Target harian 1 hari 1 video, berarti sudah menemukan cara yang termudah membuat video. 

Guru Inspiratif dan Pengantar Suskses

Public Speaking

Resume 5

Narasumber malam ini adalah Ibu Salamah, S. Pd asal Wonosobo Jateng, mengabdikan diri di SD Negeri 2 Wonosobo sebagai guru kelas 5. Telah menerbitkan 35 buku dengan berbagai judul, mayoritas dari penerbit buku mayor dan beberapa buku best seller serta membidangi Psikotest. Seorang guru dan ibu rumah tangga yang menyayangi profesi dan keluarganya. Ditengah kesibukannya menjalankan tugasnya sebagai guru dan ibu rumah tangga, menulis dilakukannya dari pagi sampai ketemu pagi lagi.

                                

Sesuatu yang sangat menyedihkan adalah ketika beliau melihat dengan mata sendiri bahwa bukunya di foto copy ratusan eksemplar, bahkan oleh seorang guru di daerahnya. Bahkan royalti yang ia terima  dari 2 buku sebanyak 2 kali hanya sejumlah Rp. 1.025.00, namun hal itu tidak menjadikan beliau putus asa. Hal yang membuatnya terus bersemangat adalah ketika ia diundang menjadi narasumber UKG dibeberapa tempat dan diajak kerjasama oleh seorang professor di perguruan tinggi untuk menulis.  Akhirnya beliau mengikhlaskan bukunya di copy oleh guru dan mahasiswa serta dijual oleh pedagang buku bajakan, inilah jalan membuat orang lain mendapatkan rezeki darinya, pikir beliau. 

Yang lebih membahagiakan lagi baginya banyak guru-guru diterima sertifikasi berkat bukunya tes UKG dan  sukses menghantarkan beberapa bimbingannya masuk perguruan tinggi negeri dan masuk CPNS.

 

  



Kekuatan Bahasa Verbal

Public Speaking

Resume 4

Pertemuan dibuka oleh Om Jay dengan mendoakan almarhum Syeh Ali Jaber, penulis Dian Kelana, dan para pengurus PGRI yang gugur dalam kecelakaan pesawat Sriwijaya Air. Narasumber kali ini adalah Lulusan Universitas Indonesia, Founder & Director MindStream Institue, Creator Automatic Writing dan Hypno Writing, Penulis Hebatnya Hipnosis Anak, serta konsultan Branding dan personal Branding. Beliau adalah Asep Herna berasal dari Kota Hujan Bogor.



Hypnotic Language Pattern for Public Speaking

Bagaimana kita mengeksplorasi kekuatan Bahasa baik verbal maupun non verbal yang bisa menembus Subconscious audience kita, sehingga pesan yang kita sampaikan dalam public speaking kita itu menancap bukan saja di rasionalitas tetapi juga di Subconscious emosional audience.

Effektifitas komunikasi itu 20% berangkat dari yang anda tahu, dan 80% dari apa yang anda rasa. Jim Rhon

Untuk menghilangkan pobia seseorang cukup waktu kurang dari 15 menit. Caranya kita edukasi emosionalnya.

Pola pendekatan public speaking adalah pola komunikasi yang sifatnya menyasar aspek emosi.

Mekanisme pikiran manusia terbagi 2 yaitu:

1.    Conscious Mind (12% dominasinya terhadap tindakan manusia).Contoh dari Conscious Mind adalah mengutamakan logis rasional, sistematis,hitam putih ( prinsip benar-salah), memori jangka pendek yang dipakai.

2.     Subconscious Mind (88% dominasinya terhadap tindakan manusia). Ruang Subconscious Mind adalah sesuatu yang berhubungan dengan emosi, cinta kasih, spontanitas, irasional, semua data adalah benar (absolut), tidak mengenal nilai, gudang memori.

Tipe Sugestibilitas Audience.

Menurut Stanford Hypnotic Susceptibility Scale (SHSS) tingkat kemampuan manusia MENERIMA SARAN terbagi kedalam 3 kelompok, yaitu:

1.      Kelompok pertama, orang yang MUDAH disugesti, populasinya 10%.

2.      Kelompok kedua, orang MODERAT, tidak sulit tidak mudah, populasinya 85% (paling banyak).

3.      Kelompok ketiga, orang yang SULIT disugesti, populasinya 5 % (paling sedikit).

 

Focus adalah proses mensinergikan antara ide dengan pikiran kita.

Narasumber mempraktekan langsung secara online dengan meminta audien menghidupkan kamera untuk memantau jalannya hipnotis.  61 audien yang hadir dalam pelatihan speaking malam ini dapat memenuhi 3 kelompok diatas. Dengan 2 permainan: Pertama kepalkan tangan dan acungkan jari telunjuk, mata focus pada jari tangan, telinga focus pada suara narasumber. Minta dalam hati, niatkan jari mengeras seperti besi dan baja. Dibantu dengan hitungan 1. Sekeras, kerasnya, 2. 100 lebih keras. 3. Jauh lenih keras. Untuk menormalkannya dengan hitungan ke-3 rilek.

Permainam ke-2 memejamkan mata dengan hitungan 1, 2, 3. Tarik napas lewat hidung tahan diatas kepala hembuskan lewat mulut. Ijinkan hanya menerima hal2 positif memasuki tubuh dan pikiran anda, buang seluruh rasa was-was, rasa takut. Fokuskan pikiran anda pada kedua kelopak anda, bayangkan dikedua kelopok mata ada lem merekat, semakin kering, semakin merekat, jauh merekat, lekat selekat2nya. Semakin berupaya membukanya semakin rekat kedua kelopok mata anda. Menormalkannya hitungan 1,2,3 niatkan dalam hati bisa membuka mata.

Dari kedua permainan diatas kita bisa menentukan bahwa kita masuk kedalam kelompok yang mana? 10% kah? 85 %, atau 5 %.

Berikut ini adalah pola Bahasa Hipnotic:1. Rhyming; 2. Repetisi; 3. Pola Klimaks & anti klimaks; 4. Asosiasi; 5. Quote; 6. Eksplorasi kata benda; 7. Present tense; 8. kata Negasi Versus Positif; 9. Sebab-akibat; 10. Double Bind; 11. Submodalitas; 12. Pacing Leading; 13. Indirect Suggestion.

 

 

 

Rabu, 13 Januari 2021

Belajar Ice Breaker Yang Menyengkan

 

Public Speaking

Resume 3

Acara pelatihan seperti biasa dibuka oleh Om Jay tepat pukul 19.00 WIB melalui aplikasi zoom. Seorang trainer nasional yang biasa wara wiri di dunia seminar Ka Kusumo dari Surabaya dan penulis buku berjudul 100+ Ice Breaker dengan no Hp. 081333646219 akan memberikan ilmunya tentang Ice Breaker. Selama menunggu kemunculan Ka Kusumo yang sedang melaksanakan sholat Isya, Om Jay menyapa para peserta pelatihan Public Speaking.

 


  Kusumo

    Ice Breaker

Upaya untuk menerapkan suatu pembelajaran yang menyenangkan, pemecah situasi kebekuan fikiran atau fisik siswa, untuk membangun suasana belajar yang dinamis, penuh semangat, dan antusiasme. Maka disitulah ice breaker diterapkan oleh seorang guru, trainer, atau seseorang dalam suatu kegiatan.

Pada pertemuan ini Ka Kusumo mengajak langsung peserta untuk praktek, meskipun diadakan secara online, namun praktek ini tidak kalah serunya dengan tatap muka langsung. Ada sembilan materi Ice Breaker yang diberikan, no. 1-7 untuk tingkat TK dan SD, materi 8 dan 9 untuk tingkat SMP ke atas. Berikut adalah judul ice breaker dan tekniknya:

1.      Senam anti pikun. Caranya: merapatkan lima jari dengan cara menggerakan, dengan berkata-kata.

a)      Ibu jari katakana tok-tok.

b)      Kelingking katakana ada siapa.

c)      Telunjuk katakana ka Kusumo / nama kita.

d)      Jari manis katakana dimana?

e)      Jari tengah itu dia.

  Ice breaker ini membangun 6 aspek karakter: 1. Sosial dan emosional; 2.Bahasa; 3. Motorik; 4. Kognitif; 5. Agama; 6. Seni.

2.      Senam jari. Caranya: menyebutkan angka sambal menunjukan jarinya.

a)      1 tunjukan kelingking.

b)      2 tunjukan kelingking dan telunjuk.

c)      3 tunjukan kelingking dan telunjuk ditutup.

d)      4 tunjukan kelingking ditekuk.

e)      5 tunjukan lima jari.

 

3.    Senam angka. Caranya: menyebutkan angka, menggerakan jari, dan sambil benyanyi. Mulai dari ibu      jari no. 1 dan seterusnya.

Baris pertama: 12, 34, 54, 31.

Baris kedua: 54, 31, 234, 51.

 

4.      Tepuk konsentrasi. Caranya: menepuk sambal menggerakan tangan.

Tepuk 1; prok, ngeek.

Tepuk 2. Prok,prok, ngeek.

Tepuk 3. Prok,prok, prok, ngeek ( tempo dipercepat).

Tepuk 1, 2. Prok ngeek, prok, prok ngeek.

Tepuk 1, 3. Prok ngeek, prok, prok, prok, ngeek.

Tepuk 3, 2, 1. Prok, prok, prok, ngeek. prok, prok ngeek. Prok ngeek.

 

5.    Posisi atau arah  Cara: menggunakan 2 bahasa. Dari Bahasa inggris ke Bahasa Indonesia sambil             mengggerakan kedua tangan. Irama lagu dimana-dimana anak kambing saya.

Where is = dimana, 2 jari telunjuk sambal menunjuk ke kepala.

In front of = di depan

Behind = di belakang

Beside is = di samping

Up above is = di atas

Under beneath = di bawah

Here over there = di sini dan di sana.

 

6.  Menggapai bintang. Anak-anak diberi motivasi untuk mencapai cita-cita. Cara: Menggerakan kedua      tangan sambal bernyayi. Irama lagu panjang umur.

1)   Tangan ke atas menggapai bintang (posisi tangan diangkat setinggi mungkin).

2)   Tangan ke samping burungnya terbang (Tangan gerakan ke samping sepert burung terbang).

3)   Tangan ke depan bertepuk tangan (Tangan kedepan dengan menepuk tangan 3 kali).

4)   Tangan dilipat siap berdoa (Tangan dilipatkan kedua tangan untuk berdoa.)

5)   Tangan dilipat siap belajar (Tangan dilipat kedua tangan untuk setiap belajar).

 

7.  Mengenalkan berbagai macam arah. Cara: mengepalkan jari kanan dengan jumlah sesuai yang          disebutkan, sambal menunjuk arah.

Irama lagu Ulang tahun

a)      1 arah jari ke atas (Syairnya: ini ke atas).

b)      2 arah jari ke depan (Syairnya: ini ke depan).

c)      3 arah jari ke kiri (Syairnya: ini ke kiri).

d)      4 arah jari ke kanan (Syairnya: ini ke kanan).

e)      5 arah jari ke bawah (Syairnya: ini ke bawah).

f)       6 arah jari ke belakang (Syairnya: ini ke belakang).

 

8.   Twenty win. Cara: dua orang menyebutkan angka bergantian dengan menyebutkan maksimal 2 angka. Pemenangnya adalah yang menyebutkan angka 20. Kata kunci 20-3, ada di angka 2,5,8,11,14,17.

Contoh:

Orang pertama: 1, 2

Orang kedua: 3, 4.

Orang pertama: 5

Orang kedua: 6, 7, dst.

9.   Metamorfosa kupu-kupu. Cara: membuat bentuk dan digerakkan. Irama lagu aku sayang ibu.

1)   Telur (Ibu jari dan telunjuk dibulatkan).

2)   Ulat (Jari telunjuk kanan di gerakan meliuk vertikal).

3)   Kepompong (Jari membentuk kucup bunga).

4)   Kupu-kupu ( Kedua jari tangan dibentk seperti kupu-kupu).

  Demikian resume pertemuan ini, semoga bermanfaat. Ini video pembelajarannya.

  https://www.youtube.com/watch?v=BFE-LKGCC4A&feature=youtu.be

 

 

 

Kedahsyatan Apersepsi

Public Speaking

Resume 2

 

Alhamdulillah malam ini Om Jay mempersilahkan saya gabung dan kesempatan ini tidak saya sia-siakan. Pukul 19.00 langsung saya klik link zoom pertemuan. Pembicaranya sudah tak asing lagi bagi saya, ini adalah pertemuan ketiga saya dengan Pak Munif Chatib dalam pelatihan online. Beliau lahir pada tgl 5 Juni di Surabaya. Beliau adalah seorang penulis buku best seller “Gurunya Manusia” dan juga pembicara nasional yang sangat berpengalaman. Salah satu bukunya berjudul ”80 menit di kelas neraka”, dengan alamat web, https://munifchatib.com

 


The Power of Apperception

Munif Chotib

 

Pertemuan ini dibuka dengan materi Public Speaking for Teacher membahasan tentang:

1. Peranan Guru

2. Memuaskan Otak Reptil

3. Membangun Relasi Kepada Siswa

4. Apersepsi

5. Multi Strategi Mengajar

 

Guru yang dahsyat adalah yang mengetahui dan melaksanakan perannya sebagai the inspired teacher, penasehat, sebagai sahabat bagi peserta didik. Pembelajaran akan maksimal apabila dalam kegiatan pembelajaran tersebut bisa memuaskan otak reptil, ada beberapa bagian otak dengan fungsinya:

1)   Otak Neocortex untuk berfikir.

2)   Otak Limbic untuk Emosi.

3)   Otak Reptilian untuk suasana.

Otak Reptilian dipengaruhi oleh dua hal yaitu:

1. Tempat Belajar (Indoor / outdoor, tata bangku, display kelas, cahaya ruang kelas, sirkulasi udara kelas, panas/dingin. Dalam hal ini kegiatan out door lebih disukai.

2. Penampilan Guru (Penampilan harus harmonis, jangan samapai bau badan / mulut).

 

Kegiatan pembelajaran tidak akan terlepas dari membangun relasi antara guru dengan peserta didik, untuk membangun relasi dapat dilakukan dengan beberapa cara:

1. Fun (Menyenangkan).

a. Menyapa Siswa

b. Guru bercerita tentang hal menarik sebelum masuk materi ajar.

o   Berita menarik, sesuai usia peserta didik.

o   Pengalaman pribadi.

2. Fasilitator.

a. Student Center Learning.

b. Student Engagement.

3. Katalisator.

a. Motivasi, selalu memotivasi siswa yang lemah alam pemahaman, dengan vidio motivasi.

b. Bantuan Siswa, memberi kesempatan siswa membantu temannya yang lemah dalam pemahaman.


 

 


The Power of Apperception merupakan pembahasan inti yang diberikan oleh bapak Munif Chotib. Pembelajaran yang dilakukan oleh guru sebaiknya jangan dibiasakan langsung masuk ke materi, tetapi guru melakukan dulu kegiatan apersepsi. Keberhasilan pembelajaran tergantung pad cara guru melakukan apersepsi.  Apersepsi ini merupakan teori yang ditemukan oleh Johan Friedrich Herbart (1776-1841). Ia adalah seorang Psikolog, Filosof, guru ahli yang berasal dari Jerman, teori apersepsi juga disebut dengan teori Herbartisme. Tiga Landasan Apersepsi:

1. Manusia adalah makhluk pembelajar.

2. Sifat dasar manusia adalah memerintahkan dirinya sendiri.

3. Manusia melakukan reaksi terhadap instruksi di lingkungannya jika dibekali perbuatan (stimulus) khusus.

 

Seorang peserta didik akan belajar apabila ia mempunyai minat, dikarenakan siswa adalah makhluk pembelajar maka seorang peserta didik harus dipatik dengan  materi yang menarik dan strategi. Disana peserta didik akan memerintahkan dirinya sendiri untuk belajar.

 

Kegiatan Apersepsi ini bisa dilakukan dengan cara:

a. Alpha Zone (Fun Story, music, ice breaking, brain Gym).

b. Warmer (Berkaitan dengan pengulangan materi).

c. Pre Teach (Berkaitan dengan informasi pendahuluan).

d. Scene Setting (Berkaitan dengan metode/strategi)

 

Sumber Ide Scene Setting

1. Keselamatan.

2. Manfaat/Benefit.

    Topik materi berkaitan dengan adanya manfaat yang akan di dapat pada saat topik maateri tersebut   dipahami atau dilakukan.

3. Informasi/Berita.

    Topik materi berkaitan dengan berita atau informasi yang sedang hangat.

4. Cerita Imajinatif.

     Sebelum melakukan aktivitas pembelajaran, diawali dengan cerita khayalan yang menarik minat siswa untuk masuk ke materi belajar. Cerita tersebut dapat berupa cerita dalam film-film fiksi atau guru mengarang sendiri.

 

Pola Apersepsi

1. Cerita.

2. Simulasi demo (Melibatkan siswa, menggunakan Teaching Aids, pemahaman materi).

3. Film (Aktivitas belajar di awali dengan film yang mana siswa tidak diberitahu judul dan maksud film tersebut).

  

Minggu, 10 Januari 2021

Tips Menjadi Pembicara Handal

 Public Speaking

Resume 1

Di penghujung tahun 2020 saya mendapat info dari grup menulis yang di pioniri oleh Bapak Wijaya Kusuma dari PGRI yang biasa disapa Om Jay, bahwa akan dibuka kelas berbicara lebih kerennya Public Speaking. Melihat kata Public Speaking langsung saja membuat saya tertarik, lalu saya chat Om Jay dan langsung dibalas dengan menanyakan motivasi saya ikut gabung. Saya ingin jika berbicara di depan percaya diri dan apa yang saya sampaikan runtun tersampaikan. Mengingat saya menjadi ketua di berbagai organisasi baik formal ataupun non formal. Saya percaya grup belajar berbicara PGRI bisa memberikan itu. 

Sesuai jadwal Selasa dan Kamis malam pukul 19.00 s.d 21.00 WIB setiap minggunya dengan 18 kali pertemuan dimulai tanggal 5 Januari 2021 melalui aplikasi zoom. Hari itu saya disibukan dengan kegiatan merawat suami dan mengurus semua kebutuhan anak-anak sendiri karena asisten rumah tanggaku untuk sementara saya rumahkan dahulu sampai menunggu suami saya pulih kembali agar beliau tidak tertular mengingat usianya yang tak lagi muda. Saya benar-benar baru buka WhatsApp grup berbicara setelah pukul 19.05 dan betapa terkejutnya peserta yang diijinkan gabung adalah yang sudah mengisi kolom komentar di channel YouTube pembicara saat itu. Harapan saya pupus sudah untuk gabung di grup berbicara mengingat nama saya tidak tercantum di daftar. Namun, saya berpikir semoga dengan tetap menonton dan memberikan komentar, saya bisa diijinkan untuk tetap gabung dipertemuan berikutnya. Seandainya tidak diijinkan gabung, toh saya sudah mendapatkan ilmu dari narasumber yang pertama. Sedikitnya menambah wawasan saya tentang Public Speaking.

Menjelang pertemuan ke-2, saya chat Om Jay dan menanyakan apakah saya masih bisa gabung dipertemuan ke-2 dan seterusnya. Alhamdulillah Om Jay masih memberikan kesempatan dan mengijinkan saya gabung terus dan membuat resume pertemuan pertama. Bagi seseorang yang berprofesi guru, dapat berbicara dengan baik adalah suatu keharusan, karena seorang guru harus memberi informasi, informasi yang disampaikan mampu diterima oleh peserta didik dengan baik itu sangat penting sekali. Seorang guru harus memberikan contoh yang baik bagi peserta didik, mampu memberikan teladan baik tutur kata ataupun prilakunya. Nah untuk mencapai itu kita perlu berlatih dan mengasah keterampilan berbicara dan memupuk kepribadian kita. Menurut para pakar, “Perkataan seseorang adalah cerminan pribadinya.” Untuk itu mari kita sama-sama belajar dari pakar berikut ini. Bapak Namin AB Solihin, founder motivatorpendidikan.com, bapak empat @anaktanpagadget  dan memiliki channel YouTube dengan materi: parenting, motivasi, dan pendidikan. Kali ini mengajarkan kita berbagai tips menjadi pembicara yang handal, khususnya untuk guru.

 

Public Speaking for Teacher

Namin AB Ibnu Solihin


Komunikasi adalah suatu proses penyampaian informasi (pesan, ide, gagasan) dari satu pihak kepada pihak lain. Secara umum komunikasi dapat dilakukan secara verbal serta dapat dipahami oleh kedua belah pihak yang berkaitan. Komunikasi antara guru dan peserta didik dalam proses pembelajaran merupakan salah satu aspek penting yang menentukan kualitas proses pembelajaran. Tujuan pembelajaran yang hendak dicapai, strategi pembelajaran yang digunakan, penilaian yang digunakan, semua tersebut harus mampu dilaksanakan oleh guru dengan membangun komunikasi yang efektif dengan seluruh warga sekolah. Keberhasilan proses pembelajaran akan sangat tergantung kepada efektivitas proses komunikasi yang terjalin antara guru dan peserta didik.

Dalam kesempatan ini saya akan membahas yang disampaikan oleh narasumber, diantaranya: Tips belajar public speaking, rahasia public speaking untuk guru, tips untuk guru mengurangi rasa grogi saat berbicara di depan umum, dan tanda presentasi tidak menarik lagi.

Seorang guru harus mempunyai kemampuan berbicara yang baik karena sebagian besar tugas seorang harus mentransfer ilmu pengetahuan, untuk menjelaskan bidang study yang dibahas dengan memberikan contoh. Bagi sebagian orang, berbicara di depan umum sebagai momok menakutkan. Berikut tips memiliki kemampuan berbicara yang baik:

  1. Aktif berorganisasi, memberikan kesempatan kita untuk berlatih berbicara. Contoh: MC, Narasumber, mengumumkan informasi atau lainnya. Semakin sering kita berbicara di muka umum maka akan semakin terampil.
  2. Mengambil kesempatan ketika kita diminta untuk menjadi Moderator, MC, Pembina upacara, atau apapun itu lama kelamaan kita akan terbiasa.
  3. Ikut program pelatihan berbicara, dengan ikut pelatihan menjadi modal kita untuk mendapatkan trik dan tipsnya.
  4. Membaca buku adalah kewajiban yang harus kita lakukan karena akan menambah kosa kata.
  5. Seringlah berlatih di depan cermin atau kamera sebelum tampil. 

Untuk menjadi pembicara sukses kita perlu belajar tips bagaimana kita menyampaikan pesan yang kita sampaikan agar tersampaikan dengan baik dan pendengarpun mudah menerima pesan tersebut. Agar kita semakin percaya diri ketika berbicara yang harus diperhatikan:

  1. Sikap tenang, tidak terburu-buru.
  2. Perhatikan intonasi suara kita, kapan harus keras, kapan harus lembut.
  3. Menjiwai materi tentang apa yang kita sampaikan. Dengan menjiwai materi kita akan terlihat percaya diri.
  4. Eye Contact, ketika kita berbicara harus menatap audien atau peserta yang hadir.
  5. Gestur tubuh akan sangat mempengaruhi kualitas bicara kita.
  6. Kecepatan kita berbicara harus memperhatikab usia audien atau peserta. Tentunya ketika kita berbicara dengan anak-anak akan berbeda dengan orang dewasa.

Dunia public speaking untuk guru adalah modal utama seorang guru kreatif dan menyenangkan. Oleh karena itu ada 7 tips cara mengurangi rasa grogi saat berbicara di depan umum, jika kita akan menjadi pembina upacara atau ingin mempresentasikan karya tulis kita:

1.      Latihan di depan kaca atau kamera di rumah, mulai dari salam, mukadimah, isi sampai penutup.

2.      Datang sebelum acara dimulai, minimal 30 menit sebelumnya acara di mulai.

3.      Pahami benar materi yg akan disampaikan, lakukan riset-riset kecil ke google, membaca referensi-referensi.

4.      Catatan ringkas, tulis poin-poin penting seperti: pembuka, mukadimah, salam penghormatan, isi dan penutup.

5.      Cek penampilan kita, penampilan yg rapih dan harum akan mempengaruhi secara psykologis sehingga percaya diri.

6.      Kenali panggung, ruangan dan audien. Maka kita harus datang sebelum acara di mulai untuk mempelajari situasi.

7.      Berdoa sebelum memulai.

 Seorang pembicara atau guru yang cerdas dia harus mengenal situasi yang terjadi di ruang presentasi atau ruang belajar, dia harus mengetahui gejala presentasi atau mengajar sudah tidak menyenangkan. Agar dia bisa mengendalikan situasi dan apa yang disampaikan akan diterima oleh peserta atau audien dengan baik. Berikut 6 Gejala Presentasi tidak menarik lagi:

1.   Murid mulai gaduh, banyak yang berisik, banyak ngonrol. Lakukan interaksi dengan peserta, ice breaking, game, dll.

2. Banyak peserta yg menguap.

3. Peserta lebih sibuk dengan gadgetnya dari pada dengan kita. Buat peraturan selama pelatihan atau pembelajaran agar tidak menggunakan gadgetnya. Jika tetap terjadi maka lakukanlah improvisasi.

4. Peserta sibuk ngobrol ke kiri ke kanan, lakukanlah improvisasi.

5. Banyak yg ijin ke toilet, biasanya hanya menjadi alasan mereka untuk menghindari kejenuhan.

6. Peserta tidak focus, buatlah ice breaking yang melatih untuk focus.

 

Berikut Link Video:

5 Tips Belajar Public Speaking

https://www.youtube.com/watch?v=8jylj1vPBRw

Rahasia Public Speaking Untuk Guru

https://www.youtube.com/watch?v=rMFcgGOjKHU

Tips Untuk Guru Mengurangi Rasa Grogi Saat Berbicara Di Depan Umum

https://www.youtube.com/watch?v=BOSUv7mHcP0

6 Tanda Presentasi Tidak Menarik Lagi

https://www.youtube.com/watch?v=QFAE17S6BwU