Minggu, 10 Januari 2021

Tips Menjadi Pembicara Handal

 Public Speaking

Resume 1

Di penghujung tahun 2020 saya mendapat info dari grup menulis yang di pioniri oleh Bapak Wijaya Kusuma dari PGRI yang biasa disapa Om Jay, bahwa akan dibuka kelas berbicara lebih kerennya Public Speaking. Melihat kata Public Speaking langsung saja membuat saya tertarik, lalu saya chat Om Jay dan langsung dibalas dengan menanyakan motivasi saya ikut gabung. Saya ingin jika berbicara di depan percaya diri dan apa yang saya sampaikan runtun tersampaikan. Mengingat saya menjadi ketua di berbagai organisasi baik formal ataupun non formal. Saya percaya grup belajar berbicara PGRI bisa memberikan itu. 

Sesuai jadwal Selasa dan Kamis malam pukul 19.00 s.d 21.00 WIB setiap minggunya dengan 18 kali pertemuan dimulai tanggal 5 Januari 2021 melalui aplikasi zoom. Hari itu saya disibukan dengan kegiatan merawat suami dan mengurus semua kebutuhan anak-anak sendiri karena asisten rumah tanggaku untuk sementara saya rumahkan dahulu sampai menunggu suami saya pulih kembali agar beliau tidak tertular mengingat usianya yang tak lagi muda. Saya benar-benar baru buka WhatsApp grup berbicara setelah pukul 19.05 dan betapa terkejutnya peserta yang diijinkan gabung adalah yang sudah mengisi kolom komentar di channel YouTube pembicara saat itu. Harapan saya pupus sudah untuk gabung di grup berbicara mengingat nama saya tidak tercantum di daftar. Namun, saya berpikir semoga dengan tetap menonton dan memberikan komentar, saya bisa diijinkan untuk tetap gabung dipertemuan berikutnya. Seandainya tidak diijinkan gabung, toh saya sudah mendapatkan ilmu dari narasumber yang pertama. Sedikitnya menambah wawasan saya tentang Public Speaking.

Menjelang pertemuan ke-2, saya chat Om Jay dan menanyakan apakah saya masih bisa gabung dipertemuan ke-2 dan seterusnya. Alhamdulillah Om Jay masih memberikan kesempatan dan mengijinkan saya gabung terus dan membuat resume pertemuan pertama. Bagi seseorang yang berprofesi guru, dapat berbicara dengan baik adalah suatu keharusan, karena seorang guru harus memberi informasi, informasi yang disampaikan mampu diterima oleh peserta didik dengan baik itu sangat penting sekali. Seorang guru harus memberikan contoh yang baik bagi peserta didik, mampu memberikan teladan baik tutur kata ataupun prilakunya. Nah untuk mencapai itu kita perlu berlatih dan mengasah keterampilan berbicara dan memupuk kepribadian kita. Menurut para pakar, “Perkataan seseorang adalah cerminan pribadinya.” Untuk itu mari kita sama-sama belajar dari pakar berikut ini. Bapak Namin AB Solihin, founder motivatorpendidikan.com, bapak empat @anaktanpagadget  dan memiliki channel YouTube dengan materi: parenting, motivasi, dan pendidikan. Kali ini mengajarkan kita berbagai tips menjadi pembicara yang handal, khususnya untuk guru.

 

Public Speaking for Teacher

Namin AB Ibnu Solihin


Komunikasi adalah suatu proses penyampaian informasi (pesan, ide, gagasan) dari satu pihak kepada pihak lain. Secara umum komunikasi dapat dilakukan secara verbal serta dapat dipahami oleh kedua belah pihak yang berkaitan. Komunikasi antara guru dan peserta didik dalam proses pembelajaran merupakan salah satu aspek penting yang menentukan kualitas proses pembelajaran. Tujuan pembelajaran yang hendak dicapai, strategi pembelajaran yang digunakan, penilaian yang digunakan, semua tersebut harus mampu dilaksanakan oleh guru dengan membangun komunikasi yang efektif dengan seluruh warga sekolah. Keberhasilan proses pembelajaran akan sangat tergantung kepada efektivitas proses komunikasi yang terjalin antara guru dan peserta didik.

Dalam kesempatan ini saya akan membahas yang disampaikan oleh narasumber, diantaranya: Tips belajar public speaking, rahasia public speaking untuk guru, tips untuk guru mengurangi rasa grogi saat berbicara di depan umum, dan tanda presentasi tidak menarik lagi.

Seorang guru harus mempunyai kemampuan berbicara yang baik karena sebagian besar tugas seorang harus mentransfer ilmu pengetahuan, untuk menjelaskan bidang study yang dibahas dengan memberikan contoh. Bagi sebagian orang, berbicara di depan umum sebagai momok menakutkan. Berikut tips memiliki kemampuan berbicara yang baik:

  1. Aktif berorganisasi, memberikan kesempatan kita untuk berlatih berbicara. Contoh: MC, Narasumber, mengumumkan informasi atau lainnya. Semakin sering kita berbicara di muka umum maka akan semakin terampil.
  2. Mengambil kesempatan ketika kita diminta untuk menjadi Moderator, MC, Pembina upacara, atau apapun itu lama kelamaan kita akan terbiasa.
  3. Ikut program pelatihan berbicara, dengan ikut pelatihan menjadi modal kita untuk mendapatkan trik dan tipsnya.
  4. Membaca buku adalah kewajiban yang harus kita lakukan karena akan menambah kosa kata.
  5. Seringlah berlatih di depan cermin atau kamera sebelum tampil. 

Untuk menjadi pembicara sukses kita perlu belajar tips bagaimana kita menyampaikan pesan yang kita sampaikan agar tersampaikan dengan baik dan pendengarpun mudah menerima pesan tersebut. Agar kita semakin percaya diri ketika berbicara yang harus diperhatikan:

  1. Sikap tenang, tidak terburu-buru.
  2. Perhatikan intonasi suara kita, kapan harus keras, kapan harus lembut.
  3. Menjiwai materi tentang apa yang kita sampaikan. Dengan menjiwai materi kita akan terlihat percaya diri.
  4. Eye Contact, ketika kita berbicara harus menatap audien atau peserta yang hadir.
  5. Gestur tubuh akan sangat mempengaruhi kualitas bicara kita.
  6. Kecepatan kita berbicara harus memperhatikab usia audien atau peserta. Tentunya ketika kita berbicara dengan anak-anak akan berbeda dengan orang dewasa.

Dunia public speaking untuk guru adalah modal utama seorang guru kreatif dan menyenangkan. Oleh karena itu ada 7 tips cara mengurangi rasa grogi saat berbicara di depan umum, jika kita akan menjadi pembina upacara atau ingin mempresentasikan karya tulis kita:

1.      Latihan di depan kaca atau kamera di rumah, mulai dari salam, mukadimah, isi sampai penutup.

2.      Datang sebelum acara dimulai, minimal 30 menit sebelumnya acara di mulai.

3.      Pahami benar materi yg akan disampaikan, lakukan riset-riset kecil ke google, membaca referensi-referensi.

4.      Catatan ringkas, tulis poin-poin penting seperti: pembuka, mukadimah, salam penghormatan, isi dan penutup.

5.      Cek penampilan kita, penampilan yg rapih dan harum akan mempengaruhi secara psykologis sehingga percaya diri.

6.      Kenali panggung, ruangan dan audien. Maka kita harus datang sebelum acara di mulai untuk mempelajari situasi.

7.      Berdoa sebelum memulai.

 Seorang pembicara atau guru yang cerdas dia harus mengenal situasi yang terjadi di ruang presentasi atau ruang belajar, dia harus mengetahui gejala presentasi atau mengajar sudah tidak menyenangkan. Agar dia bisa mengendalikan situasi dan apa yang disampaikan akan diterima oleh peserta atau audien dengan baik. Berikut 6 Gejala Presentasi tidak menarik lagi:

1.   Murid mulai gaduh, banyak yang berisik, banyak ngonrol. Lakukan interaksi dengan peserta, ice breaking, game, dll.

2. Banyak peserta yg menguap.

3. Peserta lebih sibuk dengan gadgetnya dari pada dengan kita. Buat peraturan selama pelatihan atau pembelajaran agar tidak menggunakan gadgetnya. Jika tetap terjadi maka lakukanlah improvisasi.

4. Peserta sibuk ngobrol ke kiri ke kanan, lakukanlah improvisasi.

5. Banyak yg ijin ke toilet, biasanya hanya menjadi alasan mereka untuk menghindari kejenuhan.

6. Peserta tidak focus, buatlah ice breaking yang melatih untuk focus.

 

Berikut Link Video:

5 Tips Belajar Public Speaking

https://www.youtube.com/watch?v=8jylj1vPBRw

Rahasia Public Speaking Untuk Guru

https://www.youtube.com/watch?v=rMFcgGOjKHU

Tips Untuk Guru Mengurangi Rasa Grogi Saat Berbicara Di Depan Umum

https://www.youtube.com/watch?v=BOSUv7mHcP0

6 Tanda Presentasi Tidak Menarik Lagi

https://www.youtube.com/watch?v=QFAE17S6BwU

 

 

 

 

 

4 komentar:

  1. Terima kasih sdh mengerjakan tugasnya dengan baik

    BalasHapus
  2. Terima kasih om sudah diberikan kesempatan.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kesempatan menjadi seorang pembicara atau publik speaking terkadang sangat langka. Tindak ujug-ujug datang. Dan apa yang ditulis oleh Saudari Eni Roaeni adalah jawaban bagaimana kita bisa menjadi seorang pembicara yang handal. Katanya pengalaman.

      Hapus