Rabu, 13 Januari 2021

Kedahsyatan Apersepsi

Public Speaking

Resume 2

 

Alhamdulillah malam ini Om Jay mempersilahkan saya gabung dan kesempatan ini tidak saya sia-siakan. Pukul 19.00 langsung saya klik link zoom pertemuan. Pembicaranya sudah tak asing lagi bagi saya, ini adalah pertemuan ketiga saya dengan Pak Munif Chatib dalam pelatihan online. Beliau lahir pada tgl 5 Juni di Surabaya. Beliau adalah seorang penulis buku best seller “Gurunya Manusia” dan juga pembicara nasional yang sangat berpengalaman. Salah satu bukunya berjudul ”80 menit di kelas neraka”, dengan alamat web, https://munifchatib.com

 


The Power of Apperception

Munif Chotib

 

Pertemuan ini dibuka dengan materi Public Speaking for Teacher membahasan tentang:

1. Peranan Guru

2. Memuaskan Otak Reptil

3. Membangun Relasi Kepada Siswa

4. Apersepsi

5. Multi Strategi Mengajar

 

Guru yang dahsyat adalah yang mengetahui dan melaksanakan perannya sebagai the inspired teacher, penasehat, sebagai sahabat bagi peserta didik. Pembelajaran akan maksimal apabila dalam kegiatan pembelajaran tersebut bisa memuaskan otak reptil, ada beberapa bagian otak dengan fungsinya:

1)   Otak Neocortex untuk berfikir.

2)   Otak Limbic untuk Emosi.

3)   Otak Reptilian untuk suasana.

Otak Reptilian dipengaruhi oleh dua hal yaitu:

1. Tempat Belajar (Indoor / outdoor, tata bangku, display kelas, cahaya ruang kelas, sirkulasi udara kelas, panas/dingin. Dalam hal ini kegiatan out door lebih disukai.

2. Penampilan Guru (Penampilan harus harmonis, jangan samapai bau badan / mulut).

 

Kegiatan pembelajaran tidak akan terlepas dari membangun relasi antara guru dengan peserta didik, untuk membangun relasi dapat dilakukan dengan beberapa cara:

1. Fun (Menyenangkan).

a. Menyapa Siswa

b. Guru bercerita tentang hal menarik sebelum masuk materi ajar.

o   Berita menarik, sesuai usia peserta didik.

o   Pengalaman pribadi.

2. Fasilitator.

a. Student Center Learning.

b. Student Engagement.

3. Katalisator.

a. Motivasi, selalu memotivasi siswa yang lemah alam pemahaman, dengan vidio motivasi.

b. Bantuan Siswa, memberi kesempatan siswa membantu temannya yang lemah dalam pemahaman.


 

 


The Power of Apperception merupakan pembahasan inti yang diberikan oleh bapak Munif Chotib. Pembelajaran yang dilakukan oleh guru sebaiknya jangan dibiasakan langsung masuk ke materi, tetapi guru melakukan dulu kegiatan apersepsi. Keberhasilan pembelajaran tergantung pad cara guru melakukan apersepsi.  Apersepsi ini merupakan teori yang ditemukan oleh Johan Friedrich Herbart (1776-1841). Ia adalah seorang Psikolog, Filosof, guru ahli yang berasal dari Jerman, teori apersepsi juga disebut dengan teori Herbartisme. Tiga Landasan Apersepsi:

1. Manusia adalah makhluk pembelajar.

2. Sifat dasar manusia adalah memerintahkan dirinya sendiri.

3. Manusia melakukan reaksi terhadap instruksi di lingkungannya jika dibekali perbuatan (stimulus) khusus.

 

Seorang peserta didik akan belajar apabila ia mempunyai minat, dikarenakan siswa adalah makhluk pembelajar maka seorang peserta didik harus dipatik dengan  materi yang menarik dan strategi. Disana peserta didik akan memerintahkan dirinya sendiri untuk belajar.

 

Kegiatan Apersepsi ini bisa dilakukan dengan cara:

a. Alpha Zone (Fun Story, music, ice breaking, brain Gym).

b. Warmer (Berkaitan dengan pengulangan materi).

c. Pre Teach (Berkaitan dengan informasi pendahuluan).

d. Scene Setting (Berkaitan dengan metode/strategi)

 

Sumber Ide Scene Setting

1. Keselamatan.

2. Manfaat/Benefit.

    Topik materi berkaitan dengan adanya manfaat yang akan di dapat pada saat topik maateri tersebut   dipahami atau dilakukan.

3. Informasi/Berita.

    Topik materi berkaitan dengan berita atau informasi yang sedang hangat.

4. Cerita Imajinatif.

     Sebelum melakukan aktivitas pembelajaran, diawali dengan cerita khayalan yang menarik minat siswa untuk masuk ke materi belajar. Cerita tersebut dapat berupa cerita dalam film-film fiksi atau guru mengarang sendiri.

 

Pola Apersepsi

1. Cerita.

2. Simulasi demo (Melibatkan siswa, menggunakan Teaching Aids, pemahaman materi).

3. Film (Aktivitas belajar di awali dengan film yang mana siswa tidak diberitahu judul dan maksud film tersebut).

  

Tidak ada komentar:

Posting Komentar