Kamis, 21 Januari 2021

Kekuatan Bahasa Verbal

Public Speaking

Resume 4

Pertemuan dibuka oleh Om Jay dengan mendoakan almarhum Syeh Ali Jaber, penulis Dian Kelana, dan para pengurus PGRI yang gugur dalam kecelakaan pesawat Sriwijaya Air. Narasumber kali ini adalah Lulusan Universitas Indonesia, Founder & Director MindStream Institue, Creator Automatic Writing dan Hypno Writing, Penulis Hebatnya Hipnosis Anak, serta konsultan Branding dan personal Branding. Beliau adalah Asep Herna berasal dari Kota Hujan Bogor.



Hypnotic Language Pattern for Public Speaking

Bagaimana kita mengeksplorasi kekuatan Bahasa baik verbal maupun non verbal yang bisa menembus Subconscious audience kita, sehingga pesan yang kita sampaikan dalam public speaking kita itu menancap bukan saja di rasionalitas tetapi juga di Subconscious emosional audience.

Effektifitas komunikasi itu 20% berangkat dari yang anda tahu, dan 80% dari apa yang anda rasa. Jim Rhon

Untuk menghilangkan pobia seseorang cukup waktu kurang dari 15 menit. Caranya kita edukasi emosionalnya.

Pola pendekatan public speaking adalah pola komunikasi yang sifatnya menyasar aspek emosi.

Mekanisme pikiran manusia terbagi 2 yaitu:

1.    Conscious Mind (12% dominasinya terhadap tindakan manusia).Contoh dari Conscious Mind adalah mengutamakan logis rasional, sistematis,hitam putih ( prinsip benar-salah), memori jangka pendek yang dipakai.

2.     Subconscious Mind (88% dominasinya terhadap tindakan manusia). Ruang Subconscious Mind adalah sesuatu yang berhubungan dengan emosi, cinta kasih, spontanitas, irasional, semua data adalah benar (absolut), tidak mengenal nilai, gudang memori.

Tipe Sugestibilitas Audience.

Menurut Stanford Hypnotic Susceptibility Scale (SHSS) tingkat kemampuan manusia MENERIMA SARAN terbagi kedalam 3 kelompok, yaitu:

1.      Kelompok pertama, orang yang MUDAH disugesti, populasinya 10%.

2.      Kelompok kedua, orang MODERAT, tidak sulit tidak mudah, populasinya 85% (paling banyak).

3.      Kelompok ketiga, orang yang SULIT disugesti, populasinya 5 % (paling sedikit).

 

Focus adalah proses mensinergikan antara ide dengan pikiran kita.

Narasumber mempraktekan langsung secara online dengan meminta audien menghidupkan kamera untuk memantau jalannya hipnotis.  61 audien yang hadir dalam pelatihan speaking malam ini dapat memenuhi 3 kelompok diatas. Dengan 2 permainan: Pertama kepalkan tangan dan acungkan jari telunjuk, mata focus pada jari tangan, telinga focus pada suara narasumber. Minta dalam hati, niatkan jari mengeras seperti besi dan baja. Dibantu dengan hitungan 1. Sekeras, kerasnya, 2. 100 lebih keras. 3. Jauh lenih keras. Untuk menormalkannya dengan hitungan ke-3 rilek.

Permainam ke-2 memejamkan mata dengan hitungan 1, 2, 3. Tarik napas lewat hidung tahan diatas kepala hembuskan lewat mulut. Ijinkan hanya menerima hal2 positif memasuki tubuh dan pikiran anda, buang seluruh rasa was-was, rasa takut. Fokuskan pikiran anda pada kedua kelopak anda, bayangkan dikedua kelopok mata ada lem merekat, semakin kering, semakin merekat, jauh merekat, lekat selekat2nya. Semakin berupaya membukanya semakin rekat kedua kelopok mata anda. Menormalkannya hitungan 1,2,3 niatkan dalam hati bisa membuka mata.

Dari kedua permainan diatas kita bisa menentukan bahwa kita masuk kedalam kelompok yang mana? 10% kah? 85 %, atau 5 %.

Berikut ini adalah pola Bahasa Hipnotic:1. Rhyming; 2. Repetisi; 3. Pola Klimaks & anti klimaks; 4. Asosiasi; 5. Quote; 6. Eksplorasi kata benda; 7. Present tense; 8. kata Negasi Versus Positif; 9. Sebab-akibat; 10. Double Bind; 11. Submodalitas; 12. Pacing Leading; 13. Indirect Suggestion.

 

 

 

1 komentar: