Public Speaking
Resume 4
Pertemuan dibuka oleh Om
Jay dengan mendoakan almarhum Syeh Ali Jaber, penulis Dian Kelana, dan para pengurus
PGRI yang gugur dalam kecelakaan pesawat Sriwijaya Air. Narasumber kali ini adalah
Lulusan Universitas Indonesia, Founder & Director MindStream Institue,
Creator Automatic Writing dan Hypno Writing, Penulis Hebatnya Hipnosis Anak,
serta konsultan Branding dan personal Branding. Beliau adalah Asep Herna
berasal dari Kota Hujan Bogor.
Hypnotic Language Pattern for Public Speaking
Bagaimana kita
mengeksplorasi kekuatan Bahasa baik verbal maupun non verbal yang bisa menembus
Subconscious audience kita, sehingga pesan yang kita sampaikan dalam public
speaking kita itu menancap bukan saja di rasionalitas tetapi juga di
Subconscious emosional audience.
Effektifitas
komunikasi itu 20% berangkat dari yang anda tahu, dan 80% dari apa yang anda
rasa. Jim Rhon
Untuk
menghilangkan pobia seseorang cukup waktu kurang dari 15 menit. Caranya kita
edukasi emosionalnya.
Pola
pendekatan public speaking adalah pola komunikasi yang sifatnya menyasar aspek
emosi.
Mekanisme pikiran manusia terbagi 2 yaitu:
1. Conscious Mind (12% dominasinya terhadap tindakan manusia).Contoh dari Conscious Mind adalah mengutamakan logis rasional, sistematis,hitam putih ( prinsip benar-salah), memori jangka pendek yang dipakai.
2. Subconscious Mind (88% dominasinya terhadap tindakan
manusia). Ruang
Subconscious Mind adalah sesuatu yang berhubungan dengan emosi, cinta kasih,
spontanitas, irasional, semua data adalah benar (absolut), tidak mengenal
nilai, gudang memori.
Tipe Sugestibilitas Audience.
Menurut Stanford Hypnotic Susceptibility
Scale (SHSS) tingkat kemampuan manusia MENERIMA
SARAN terbagi kedalam 3 kelompok, yaitu:
1. Kelompok
pertama, orang yang MUDAH disugesti,
populasinya 10%.
2. Kelompok
kedua, orang MODERAT, tidak sulit
tidak mudah, populasinya 85% (paling
banyak).
3. Kelompok
ketiga, orang yang SULIT disugesti,
populasinya 5 % (paling sedikit).
Focus
adalah proses mensinergikan antara ide dengan pikiran kita.
Narasumber
mempraktekan langsung secara online dengan meminta audien menghidupkan kamera
untuk memantau jalannya hipnotis. 61
audien yang hadir dalam pelatihan speaking malam ini dapat memenuhi 3 kelompok
diatas. Dengan 2 permainan: Pertama kepalkan tangan dan acungkan jari telunjuk,
mata focus pada jari tangan, telinga focus pada suara narasumber. Minta dalam
hati, niatkan jari mengeras seperti besi dan baja. Dibantu dengan hitungan 1.
Sekeras, kerasnya, 2. 100 lebih keras. 3. Jauh lenih keras. Untuk
menormalkannya dengan hitungan ke-3 rilek.
Permainam
ke-2 memejamkan mata dengan hitungan 1, 2, 3. Tarik napas lewat hidung tahan
diatas kepala hembuskan lewat mulut. Ijinkan hanya menerima hal2 positif
memasuki tubuh dan pikiran anda, buang seluruh rasa was-was, rasa takut.
Fokuskan pikiran anda pada kedua kelopak anda, bayangkan dikedua kelopok mata
ada lem merekat, semakin kering, semakin merekat, jauh merekat, lekat
selekat2nya. Semakin berupaya membukanya semakin rekat kedua kelopok mata anda.
Menormalkannya hitungan 1,2,3 niatkan dalam hati bisa membuka mata.
Dari
kedua permainan diatas kita bisa menentukan bahwa kita masuk kedalam kelompok
yang mana? 10% kah? 85 %, atau 5 %.
Berikut
ini adalah pola Bahasa Hipnotic:1. Rhyming; 2. Repetisi; 3. Pola Klimaks &
anti klimaks; 4. Asosiasi; 5. Quote; 6. Eksplorasi kata benda; 7. Present tense;
8. kata Negasi Versus Positif; 9. Sebab-akibat; 10. Double Bind; 11.
Submodalitas; 12. Pacing Leading; 13. Indirect Suggestion.

terima kasih sudah mengerjakan tugasnya dengan baik
BalasHapus