SILATURAHMI
Setiap
akhir pekan seperti biasa, ketika suamiku libur sudah hampir setahun ini kami
selalu menyempatkan untuk mengunjungi orang tuaku, dimana aku dilahirkan dan besar di kota yg penuh
kenangan.
Pagi
itu udara terlihat mendung dan hembusan angin sejuk menerpa wajah halusku,
ketika ku dorong pintu gerbang dengan perlahan agar tidak menimbulkan
bunyi-bunyian yang akan mengganggu gendang telinga tetangga ku. Aku bergegas
kedalam untuk mengambil tas beserta barang-barang yang akan kami bawa karena
pekan ini kami akan bermalam di sana. Setelah ku yakin semua sudah siap,
suamiku melajukan kendaraan kami menuju jalan yang biasa kami lalui.
Sesungguhnya
di sela silaturahmi ke orang tua, ada undangan dari seorang teman ketika di SMP
yang menikahkan keponakannya. Aku pikir tidak ada salahnya aku hadir untuk
mendoakan dan menyempurnakan kebahagian pengantin, serta bercengkrama dengan
beberapa teman SMP. Meskipun ditengah pandemi Covid-19 yang penting tetap
menjaga protokol kesehatan. Di dalam ajaran yang ku yakini, bersilaturahmi itu
akan memperpanjang usia, membawa rezeki dan banyak manfaat lain lagi yang kita
dapatkan.
Setelah
melakukan perjalanan kurang lebih satu setengah jam, tibalah kami di rumah yang
kini jauh berbeda ketika aku masih tinggali dua puluh lima tahun silam. Tidak
ada lagi pohon jambu bangkok dan mangga yang sering ku panjat ketika buahnya
ranum, tidak ada lagi daun-daun yang berserakan tertiup angin. Tidak ada lagi
pohon pisang di samping rumah, yang ketika kami butuh daun tinggal memotongnya.
Tersentak
aku teringat pesan dari temanku agar memberinya kabar sesampainya aku di sini.
Ku ambil hp dan mulai ku rangkai kata di dalam WhatsApp group.
Dua
jam kemudian seorang teman menjeputku, kemudian berkumpul di salah satu rumah
teman yang tinggal tidak jauh dengan
tempat acara. Alangkah terkejutnya kami, ada anggota baru yang hadir. Usut punya usut ternyata ada sepasangan
pengantin yang belum genap sebulan. Bener kata pak ustad: "jodoh, rezeki
dan maut tidak ada yang tahu." Ternyata teman ku berjodoh dengan kakak dari
teman kami juga. Meskipun jodohnya datang setelah keduanya menjadi janda dan
duda dan masing-masing telah memiliki buah hati.
Akhirnya
setelah kami ke tempat pesta dan menikmati hidangan yang disajikan, kami
menyempatkan mengunjungi keluarga barunya untuk bersilaturahmi ke kediamannya. Dimana di sana tinggal juga
mertuanya yang sudah senja. Sambutan ibu mertuanya sangat hangat, dan tak lupa
mengingatkan kami untuk beribadah. Sungguh hari itu banyak pelajaran yang aku
dapat.
Cilegon,
diawal November 2020.

Mantap Bu Eni paragrafnya penuh euy
BalasHapusRunut dan cukup detil.. . Mantap Bun
BalasHapus