Sabtu, 07 November 2020

 

SILATURAHMI

 


Setiap akhir pekan seperti biasa, ketika suamiku libur sudah hampir setahun ini kami selalu menyempatkan untuk mengunjungi orang tuaku, dimana  aku dilahirkan dan besar di kota yg penuh kenangan.

 

Pagi itu udara terlihat mendung dan hembusan angin sejuk menerpa wajah halusku, ketika ku dorong pintu gerbang dengan perlahan agar tidak menimbulkan bunyi-bunyian yang akan mengganggu gendang telinga tetangga ku. Aku bergegas kedalam untuk mengambil tas beserta barang-barang yang akan kami bawa karena pekan ini kami akan bermalam di sana. Setelah ku yakin semua sudah siap, suamiku melajukan kendaraan kami menuju jalan yang biasa kami lalui.

 

Sesungguhnya di sela silaturahmi ke orang tua, ada undangan dari seorang teman ketika di SMP yang menikahkan keponakannya. Aku pikir tidak ada salahnya aku hadir untuk mendoakan dan menyempurnakan kebahagian pengantin, serta bercengkrama dengan beberapa teman SMP. Meskipun ditengah pandemi Covid-19 yang penting tetap menjaga protokol kesehatan. Di dalam ajaran yang ku yakini, bersilaturahmi itu akan memperpanjang usia, membawa rezeki dan banyak manfaat lain lagi yang kita dapatkan.

 

Setelah melakukan perjalanan kurang lebih satu setengah jam, tibalah kami di rumah yang kini jauh berbeda ketika aku masih tinggali dua puluh lima tahun silam. Tidak ada lagi pohon jambu bangkok dan mangga yang sering ku panjat ketika buahnya ranum, tidak ada lagi daun-daun yang berserakan tertiup angin. Tidak ada lagi pohon pisang di samping rumah, yang ketika kami butuh daun tinggal memotongnya.

 

Tersentak aku teringat pesan dari temanku agar memberinya kabar sesampainya aku di sini. Ku ambil hp dan mulai ku rangkai kata di dalam WhatsApp group.

 

Dua jam kemudian seorang teman menjeputku, kemudian berkumpul di salah satu rumah teman yang tinggal  tidak jauh dengan tempat acara. Alangkah terkejutnya kami, ada anggota baru yang hadir.  Usut punya usut ternyata ada sepasangan pengantin yang belum genap sebulan. Bener kata pak ustad: "jodoh, rezeki dan maut tidak ada yang tahu." Ternyata teman ku berjodoh dengan kakak dari teman kami juga. Meskipun jodohnya datang setelah keduanya menjadi janda dan duda dan masing-masing telah memiliki buah hati.

 

Akhirnya setelah kami ke tempat pesta dan menikmati hidangan yang disajikan, kami menyempatkan mengunjungi keluarga barunya untuk bersilaturahmi ke  kediamannya. Dimana di sana tinggal juga mertuanya yang sudah senja. Sambutan ibu mertuanya sangat hangat, dan tak lupa mengingatkan kami untuk beribadah. Sungguh hari itu banyak pelajaran yang aku dapat.

 

Cilegon, diawal November 2020.

2 komentar: